Kamis, 28 November 2013

Tarian Gerhana

Dalam petang sunyi, ku merenung,
Memandang gelapnya awan yang tercurah di kesepian malam
Seolah sosok surya yang kokoh telah lenyap,
Terseret gravitasi yang mengharuskannya pulang sesaat.

Lama kelamaan aku mulai bimbang,
Terpuruk tanpa cahaya dalam suram petangku,
Namun tetap berusaha tegak dalam konsep yang telah terpelihara,
Mencoba mengalirkan keindahan  perlahan demi perlahan.

Sampai dipenghujung hari ini masih saja sama,
Masih saja raut-raut kosong itu bermunculan,
Hingga pada akhirnya,
Terlihat segelintir cahaya menembus indra dari kejauhan,
Tampak bagai sesosok putri yang menari-nari menghidupkan malam,
Merangkai kembali mimpi-mimpi yang hilang setelah kepulangan senja,
Menghadirkan warna baru yang hampir pudar seiring sekaratnya surya.

Tanpa diduga sebelumnya,
Semakin malam, sosok itu semakin bersinar terang,
Semakin saja terasa bermakna setelah diiringi kunang-kunang yang terbang dengan lincahnya,
Membuatku enggan beranjak menuju esok.

Bulat, indah, terang, mendamaikan,
Ku sebut dia gerhana malam yang datang membawa harapan,
Menjadi saksiku bersama petikan melodi sebelum aku terlelap,
Menemaniku sebelum aku terpejam untuk pulas,
Seolah menari-nari dan menyertakan diri untuk hadir di mimpiku,
Menghadirkan aroma surga dunia yang akan selalu terkenang selamanya.

Karya: Yoga Adia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar