Dalam senja yang mulai pucat tanda menjelang malam,
Ku guratkan coretan-coretan manis dengan sisa tinta yang mulai habis,
Merangkainya kata demi kata dalam setiap nafasku yang berhembus,
Sajak demi sajak bagai melodi-melodi dawai surgawi.
Seakan-akan kertas lusuh dan tinta itu adalah saksi bisu setiap rasaku,
Satu-satunya yang faham akan kalbuku setelah Tuhan,
Menjelma menjadi sebuah kenangan yang hampir usai di pelataran,
Seakan bagai angin menghembus terlalu cepat dan pergi sebelum akhir.
Itulah kamu,
Kamu yang kini tampak berbeda setelah kepulangan senja,
Sejenak menari dalam hatiku dan cepat saja berlalu,
Menyisakan rasa pahit setelah manis.
Mungkin cukup sampai disini kisah sejarah itu,
Cukup berakhir dan tamat sampai disini,
Namun sebelum rasaku padamu hilang dalam petang,
Ijinkan aku untuk menggapai bayang-bayangmu yang dulu menjadi inspirasiku,
Ijinkan aku untuk tetap bernafas walau tanpa kamu lagi di sisi ku.
Dalam setiap jalanmu,
Terselip doaku yang selalu hadir menyertaimu,
Aku berharap kepada Tuhan,
Semoga kamu mendapat yang terbaik dalam hidupmu,
Dan aku dapat melihat cahaya lagi yang hadir menemaniku saat hadirnya esok.
Karya: Yoga Adiaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar