Kali ini, ku lihat dunia yang bagai surga.
Ya.., indah sore itu semacam menjelma menjadi nirvana.
Romantisme sore itu sungguh cantik,
Demikian seperti senja yang muncul sesaat sebelum hari melesat padam.
Aku suka caramu menyinariku,
Sebab setelah bersamamu hudup jadi selalu terasa hangat.
Mungkinkah kau itu kasur dalam kamarku?
Oleh karena kau selalu empuk dan buatku selalu terasa nyaman.
Begitu juga lengkap dengan selimutmu yang bagai cintamu
Menghangatkan aku ketika aku mulai menggigil kedinginan.
Inilah kamu yang selalu saja menggemaskan,
Selalu saja penuh akan warna.
Yang parasmu secantik pelangi berhias permata.
Yang senantiasa sempurna dalam hatiku.
Namun ketahuilah!
Aku mencintaimu bukan karena aku butuh kepuasan,
Atau karena kamu memaksaku untuk menggenggam hatimu.
Aku cinta kamu karena hatiku yang bagai kompas terus saja menunjuk ke arah mu,
Seakan-akan tak ada lagi magnet yang lebih kuat, yang mampu merekat dengan hatiku kecuali kamu.
Kau lah medan magnet yang selalu memberi kuat hidupku dengan cintamu,
Atau bahkan kau mampu mengalahkan kuatnya medan magnet kutub utara yang itu benar-banar kuat.
Ketahuilah, kata "I Love You" bukanlah kata yang murah,
Walau kata itu terkesan sederhana,
Namun sulit untuk menganga berucap selain kepadamu.
Oleh karna kau adalah kesetiaan dan kehormatanku,
Jadi, kau lah yang paling istimewa di hidupku.
Hidup bersamamu adalah anugerah terindah, yang pernah Tuhan berikan untukku.
Juga tentang dunia yang luas ini yang serasa milik kita berdua,
Dan hidup ini yang laksana hidup dalam istana cinta yang terasa kekal.
Bersumpahlah sayang!
Bahwa kau akan mampu terima aku apa adanya,
Sebab, aku akan menjadikan kekuranganku sebagai kelebihanku,
Dan cintamu yang hadir menutup kekuranganku dengan kelebihanmu.
Serta demikian pula aku berharap,
Kau tak akan pernah menghempasku hilang dari daya ingatmu,
Sebab, cerah sinar yang ku genggam setiap saat, mungkin akan hilang juga karena hempasmu.
Aku meminta ampun kepada Tuhan,
Sebab, selalu penuh dengan namamu di setiap doaku yang terpanjat setiap harinya,
Yang mungkin melantun terlalu sering setiap harapan untuk derap langkah mu.
Sayang..., kamulah hidupku.
Kelak, ketika dewasa kita telah tiba,
Aku ingin menitih hidup bersamamu menuju pelaminan.
Kita menikah, dan tak akan ada lagi yang memisahkan kita kecuali maut yang kejam.
Hidup kita akan berhias keindahan setiap harinya.
Juga dengan buah hati kita yang senantiasa akan kita jaga dengan penuh kelembutan.
Kita beri dia cinta, agar hari-harinya dipenuhi tawa.
Kelak, rumah kita akan menjadi salah satu tempat bernaung yang penuh warna,
Yang setiap harinya dihiasi lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Yang setiap harinya terdengar sajak-sajak penuh kasih sayang dalam kedamaian.
Yang setiap harinya pula ada kau dan buah hati kita yang menjadi makmumku,
Yang senantiasa mengamini doaku ketika keluarga kecil kita membangun tiang agama.
Sampai pada akhirnya kita tua dan akan kembali kepada-Nya.
Namun ketahuilah!
Cinta kita akan tetap tumbuh,
Bahkan akan menjelma menjadi lebih kuat lagi.
Demikian hidup kita pun akan berlangsung indah di Surga-Nya.
Itulah harapan kita,
Itulah mimpi suci kita,
Itulah pelangi kita yang sesungguhnya, yang tak akan pernah hilang diterpa angin kencang.
Percayalah sayang.
Kita akan tetap menjadi kita untuk selamanya.
Dan untuk selamanya!
Karya: Yoga Adiaa